Menguatnya mata uang India (Rupee) terhadap mata uang US (dollar) ternyata berdampak bagi perusahaan besar IT di India seperti Wipro, Infosys, Satyam, HCL, TCS dll. Nilai dollar yang didapatkan dari setiap proyek mereka mengalami kemerosotan yang berdampak pada pengeluaran yang lebih besar pada gaji pegawai. Untuk mengatasi hal tersebut, Wipro salah satu perusahaan IT besar di India membuka development centre di Meksiko dengan pertimbangan lokasi yang dekat dengan wilayah Eropa dan Amerika, pertimbangan lain yaitu tenaga kerja yang masih murah.
Saat ini, perusahaan IT India mencari alternatif lain untuk menekan pengeluaran yang lebih besar salah satunya mencari tempat tujuan baru sebagai pusat development centre mereka diwilayah Asia Tenggara yaitu Malaysia. Seperti TCS dan Wipro yang sebelumnya mempunyai kantor pemasaran, saat ini sedang men-setup development centre di Malaysia. Mengapa Malaysia? Pertama, Infrastruktur yang lebih baik dibanding negara-negara lain dan didukung oleh technical skill-sets yang memadai. Kedua, merupakan terbesar ketiga negara tujuan outsourcing setelah India dan China. Dan ketiga, populasi etnik India banyak berdiam di Malaysia.

